LEMBAGA PENDIDIKAN BERTARAF INTERNATIONAL

on

LEMBAGA PENDIDIKAN BERTARAF INTERNATIONAL:
Apa yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh FMIPA UNM, Makassar
Oleh
Hamzah Upu
(Dekan FMIPA UNM)

Abstrak

FMIPA UNM Makassar telah menyambut baik undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang International Standard School melalui SK Rektor UNM No. 5052 A/J38.H/HK/2007 dengan membuka Bilingual Class pada 4 Prodi Pendidikan MIPA. Pembelajaran dilakukan dengan tiga model yaitu; (1) Full English, (2) Back Stopping, dan (3), Text book Bahasa Inggris, pengantar Kuliah Bahasa Indonesia. Sebagai bukti keseriusan FMIPA UNM dalam melaksanakan program Pendidikan Bertaraf Internasional, pada Tanggal 29 Juli 2008 FMIPA UNM dikunjungi oleh UNJ, UNESA, UNG, UNIMA, dan UNCOKRO untuk Studi Banding tentang pelaksanaan International Class di UNM. Pada tahun 2008/2009, FMIPA UNM kembali menerima mahasiswa program International pada 4 Jurusan melalui jalur PMDK sebanyak 60% dan UTUL 40%. Khusus mereka yang melalui UTUL disamping mengikuti ujian tulis umum, juga mengikuti TES wawancara, General English dan Tes Tulis Khusus English for subject matter. Mahasiswa angkatan 2008/2009 sekarang tengah mengikuti program matrikulasi, yang akan diakhiri dengan TOEFEL, sebelum mereka mengikuti perkuliahan. Jumlah dosen FMIPA UNM alumni luar negeri pada masing-masing Jurusan sekitar 12,5 %-17,5%. Setelah ditambah dengan dosen yang memiliki nilai institusional TOEFEL ≥ 500, maka terdapat 25% dosen FMIPA UNM yang mampu mengajar matakuliah pendidikan MIPA dengan pengantar Bahasa Inggris Berbasis ICT. Pada tahun pelajaran 2009/2010 direncanakan penerimaan MABA International Class mendahului SNMPTN melalui Tes TOEFEL dan English for subject matter. Selain itu telah dirintis kerjasama dengan UPSI, Malaysia dan Victorian University, Australia sebagai rencana tempat PPL mahasiswa. Kerjasama dengan ELC dan pusat Bahasa UNM juga sedang berjalan untuk menopang peningkatan kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa dan dosen FMIPA UNM.

A. Pendahuluan

Peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan tuntutan globalisasi dalam upaya mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti No.28/DIKTI/Kep/2002, Universitas Negeri Makassar memberikan kesempatan belajar kepada mereka dengan membuka Program S1 INTERNATIONAL CLASS PROGRAM (ICP). Beberapa pengertian mengenai BILINGUAL:
- Seorang mahasiswa International Class Program adalah individu yang dapat menggunakan dua kemampuan bahasa (Indonesia dan Inggris);
- BILINGUAL adalah pemahaman yang tinggi mengenai kompetensi speaking, reading, dan writing dalam dua bahasa, tetapi tidak perlu kemampuan itu sama;
- Pembelajaran (teaching or learning) BILINGUAL meliputi penggunaan dua bahasa dalam pengajaran (instruction) dan berbasis ICT;
- Pendidikan BILINGUAL juga termasuk bi-cultural education.

Tujuan umum ICP adalah untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat menempuh pendidikan dengan menggunakan fasilitas belajar di Universitas Negeri Makassar sesuai dengan ketentuan ICP.
Tujuan Khusus ICP):
- Mencetak calon guru yang mampu mengajar diluar negeri, khususnya di negara-negara Asia, Australia, dan Afrika.
- Mencetak calon guru yang mampu mengajar dan mengembang karir pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Indonesia.
- Meningkatkan kemampuan lulusan untuk dapat melanjutkan studi ke luar negeri.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana menjalankan pendidikan bertaraf International di Perguruan Tinggi?

C. Pembahasan

1. Profil ICP FMIPA UNM
ICP FMIPA UNM menyelenggarakan pendidikan strata satu (S1). Mahasiswa dinyatakan lulus dan memperoleh gelar apabila telah memenuhi ketentuan yang berlaku di Universitas Negeri Makassar sebagaimana yang diberlakukan pada Program Reguler. Predikat kelulusan setelah menyelesaikan program pendidikan pada ICP sesuai dengan predikat kelulusan Program Reguler pada Universitas Negeri Makassar. Ijazah dan transkrip nilai lulusan ICP FMIPA UNM dibuat dalam Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris. Gelar lulusan S1-kedua adalah S.Pd. (International Class). ICP FMIPA UNM meliputi program studi:
- Pendidikan Matematika
- Pendidikan Biologi
- Pendidikan Kimia
- Pendidikan Fisika
Kurikulum ICP FMIPA UNM adalah berbasis ICT. Beban studi mahasiswa S1 ICP disesuaikan dengan matakuliah program non ICP dengan beban SKS 144-150. Bahasa pengantar dalam terdiri dari tiga bentuk, yaitu (1) 100% Bahasa Inggris; (2) 60% Bhs Inggris dan 40% Bahasa Indonesia; (3) 100% Bhs Indonesia dengan literatur Bhs Inggris. Bergantung dosen pengajar yang bersangkutan

2. Sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru
3. Model perkuliahan
4. Kerjasama



Penutup

Pendidikan Bertaraf Internasional merupakan salah satu program andalan dalam bidang pendidikan yang harus disambut baik oleh setiap Perguruan Tinggi mantan IKIP untuk menunjukkan jati diri kependidikannya sebagai base program. Namun disisi lain, Perguruan Tinggi mantan IKIP tersebut harus mampu menyiapkan SDM, sarana dan prasaran pendukung yang memadai.


[+/-] Selengkapnya...

Anak-Anak Indonesia Tersesatkan dengan Lagu-lagu

Rahasia kemerosotan moral, mental dan intelektual rakyat ternyata bukan sekadar karena kita dipecundangi Perusahaan Dagang Belanda selama 350 tahun, tapi juga disempurnakan pula oleh represi rezim Orde Baru melalui berbagai cara. Sejak usia dini kita sudah didoktrin dengan lagu2 yang tidak bermutu dan mengandung banyak kesalahan logika, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi. Mari kita buktikan.

Judul: Aku Seorang Kapiten
Aku seorang kapiten
Mempunyai pedang panjang
Kalo berjalan prok-prok-prok
Aku seorang kapiten!”
Perhatikan, di bait pertama dia cerita tentang pedangnya. Tapi di bait kedua dia malah cerita tentang sepatunya. Ini tanda inkonsistensi. Seharusnya dia tetap konsisten, misalnya jika ingin cerita tentang sepatunya, seharusnya dia bernyanyi:
“Mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)
Kalo berjalan prok-prok-prok”
Nah, itu baru klop!
Jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi:
“Mempunyai pedang panjang
Kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek..srek..”
itu baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya!
+++

Judul: Bangun Tidur
“Bangun tidur ku terus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis mandi kutolong ibu
Membersihkan tempat tidurku..”
Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru.
Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang bulat!
+++
Judul: Ke Puncak Gunung
“Naik-naik ke puncak gunung
Tinggi, tinggi sekali
Kiri kanan kulihat saja
Banyak pohon cemara”
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan
motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi.
Tetapi setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!
+++
Judul: Naik Kereta Api
“Naik kereta api tut..tut..tut
Siapa hendak turut ke Bandung, Surabaya..
Bolehlah naik dengan naik percuma
Ayo kawanku, lekas naik.. keretaku tak berhenti lama”
Nah, yang begini ini parah! Mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya
gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Malang dan Jakarta-Surabaya!
+++
Judul: Pohon Cempaka
“Di pucuk pohon cempaka
Burung kutilang berbunyi
Bersiul-siul sepanjang hari
Dengan tak jemu-jemu
Mengangguk-angguk sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..”
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg
sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit !
kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang (catatan: acara lagu
anak2 dgn presenter Agnes Monica waktu dia masih kecil adalah tra la la tri
li li!), bukan burung!
+++
Judul: Belalang Kupu-kupu
“Pok amé amé, belalang kupu-kupu
Siang makan nasi, Kalau malam minum susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan tidak konsumsi anak2! Karena yang disebutkan di atas
itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil.
Kalo anak kecil, karena belum boleh makan nasi, jadi gak pagi gak malem ya
minum susu!
+++

Judul: Nina Bobo
“Nina bobo nina bobo oh nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Menurut psikolog: Perkembangan jiwa anak-anak pasti tidak stabil karena sekian tahun anak2 Indonesia diajak tidur dengan lagu yg penuh nada mengancam. Wajarlah ketika besar, mereka cendrung jadi psikopat dan koruptor tanpa belas kasih
+++
Judul: Bintang Kecil
“Bintang kecil di langit yg biru…”
(Ini tidak ilmiah. Cenderung berbau mitos. Bintang itu hanya di malam hari. Memangnya warna langit di malam hari biru?)
+++
Judul: Ibu Kita Kartini
“Ibu kita Kartini…harum namanya”
(Namanya Kartini atau Harum? Ini penyesatan informasi, bisa berujung fitnah dan pencemaran nama baik. Itulah kenapa dunia ibu-ibu kita suka dengan gosip.)
+++
Judul: Naik Delman
“Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka”
(Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka?)
+++
Judul: Menanam Jagung
“Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
(Kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emangnya mau bikin sumur?)



[+/-] Selengkapnya...

Action Research

ACTION RESEARCH*)
Oleh:
Prof.Dr.Hamzah Upu, M.Ed
Abstrak: Secara umum, hingga saat ini, telah diperkenalkan 4 macam paradigma penelitian, yaitu penelitian; (1) kuantitatif, (2) kualitatif, (3) action research, dan (4) research and development. Keempat paradigma penelitian tersebut berbeda, baik dalam hal penerapan, tujuan maupun dalam pengembangannya. Tulisan ini membahas secara singkat karakteristik action research.


A. Pendahuluan

Implementasi action research di Indonesia dimulai pada tahun 1997 melalui proyek PGSM. Berkaitan dengan implementasi action research tersebut, khususnya classroom action reseach, mengalami sejumlah hambatan, yaitu; (1) pada waktu itu, belum ada orang Indonesia yang mempelajari secara khusus mengenai classroom action research baik melalui jenjang S1, S2 apatalagi jenjang S3 baik di dalam maupun di luar negeri, (2) classroom action research diperkenalkan di Indonesia dengan target proyek, (3) classroom action research diperkenalkan di Indonesia di tengah memuncaknya fanatisme paradigma quantitative research dan (4) kemampuan membaca literatur berbahasa asing (Bahasa Inggris) bagi kalangan peneliti Indonesia masih kurang, sehingga sering kali terjadi salah kaprah mengenai filosofi classroom action research itu sendiri.
Sehubungan dengan masalah di atas, kegiatan seminar, lokakarya, pelatihan atau simposium tentang classroom action research perlu digalakkan di kampus-kampus maupun di sekolah-sekolah. Hal ini dimaksudkan agar terjadi diskusi secara intensif di antara kalangan pendidik yang akan menerapkan classroom action research tersebut, di mana dosen dan guru adalah dua collaborant yang paling ideal. Begitupula para pengambil kebijakan dan stakeholder sangant penting untuk dilibatkan dalam diskusi dalam posisinya sebagai participant.

B. Karakteristik Action Research

Karakteristik quantitative dan qualitative research berbeda dengan karakteristik action research. Berikut ini adalah beberapa hal yang sangat mendasar untuk kita ketahui sebelum meleksanakan classroom action research.
• Classroom action research tidak mengenal istilah populasi dan sampel, karena kita tidak akan menarik inferensi,
• Classroom action research lebih menekankan kepada pelaksanaannya daripada metodenya, sehingga idealnya rumusan masalah dilakukan pada saat peneliti sudah mulai melakukan penelitiannya,
• Classroom action research hanya dimaksudkan untuk memecahkan masalah kronis, bukan masalah yang baru teridentifikasi.
• Pelaksana classroom action research idealnya adalah mereka yang mengetahui dengan benar masalah yang telah berlangsung selama ini. Oleh karena itu, guru atau dosen bertindak sebagai dokter yang akan mengobati suatu penyakit kronis melalui resep yang paling handal menurut mereka,
• Classroom action research dilaksanakan secara bersiklus. Pada satu siklus tertentu, minimal terjadi satu kali perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing) dan refleksi (reflecting). Selanjutnya, pada satu classroom action research minimal terdiri dari dua siklus. Dengan demikian, pada siklus berikutnya, dilakukan kembali re-planning, re-acting, re-observing dan re-reflecting.
• Setiap siklus baru yang dilakukan, idealnya terdapat berpedaan yang tajam dengan siklus sebelumnya, yang menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan penelitian pada siklus sebelumnya belum ampuh untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi peneliti,
• Classroom action research tidak mengharuskan adanya hipotesis. Kalau ada hipotesis, maka rumusannya adalah implies hypotheses, yaitu jika ………..maka …………..,
• Pengumpulan data pada Classroom Action Research dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara terbuka,
• Analisis data pada Classroom Action Research lebih banyak kepada analisis kualitatif, kalaupun ada analisis kuantitatif, maka cukup menggunakan Statistika Deskriptif,
• Keterlibatan pakar (expert) dalam Classroom Action Research sebagai expert opinion atau judgement mutlak dilakukan sebagai validator instrument,
• Hasil refleksi pada siklus sebelumnya merupakan dasar untuk siklus berikutnya dalam membuat re-planning,
• Diskusi antara peneliti, collaborant, participant, dan expert mutlak dilakukan selama berlangsungnya suatu Classroom Action Research, dan
• Classroom Action Research tidak mengenal istilah kesimpulan dan saran, yang ada adalah hasil yang telah dicapai dan tindak lanjut yang direncanakan.

C. Tujuan Action Research

Tujuan utama dari Action Research adalah untuk menyelesaikan suatu masalah yang telah berlangsung lama dan diketahui oleh peneliti bahwa itu adalah suatu masalah yang harus diselesaikan.

Daftar Rujukan
Borg, W. R. dkk. (1979). Educational Research: An Introduction. New York: Boston South End Press.
Gay, R. L. (1987). Educational Research Competence for Analysis and Application. Toranto. Merrill.
Hamzah, 1966. Action Research in Math Education. Melbourne: Deakin University.
Holtzkom, D. dkk. (1984). Research with Reach in Science Education: A Research Guided Responses to The Concerns of Education. Washington D.C. National Science Teachers Associations.
Mc Taggart, 1995. Action Research Plannar. Melbourne: Deakin University
Morrison, J. L. dkk. (1984). Futures Research and The Strategic Planning: Implication For Higher Education, Report 9. Washington, Association for the Study of Higher Education.
Upu, Hamzah, 1996. Action Research in Math Education. Melbourne: Deakin University.
Upu, Hamzah, 2003. Action Research Planner. Makalah yang disajikan pada Kegiatan Pelatihan Dosen KIMIA FMIPA UNM.
Upu, Hamzah, 2004. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah yang disajikan pada acara Penerimaan Anggota Baru UKM Penalaran UNM, Makassar.
Upu, Hamzah, 2005. Action Research Planner. Makalah yang disajikan pada Kegiatan Pelatihan Dosen UNISMUH.
Upu, Hamzah, 2005. Classroom Action Research. Makalah yang disajikan pada Pelatihan Metodologi Penelitian Oleh UKM Penalaran.
Upu, Hamzah, 2006. Karakteristik Action Research. Disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Upu, Hamzah, 2006. Action Research. Makalah yang disajikan pada Pelatihan Peneliti Tindakan Kelas bagi Guru se-Kab. Barru.
Upu, Hamzah, 2006. Action Research Planner. Makalah yang disajikan pada Kegiatan Pelatihan Dosen UNISMUH.
Upu, Hamzah, 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah yang disajikan pada Kegiatan Pelatihan Kepala Sekolah SMP se-Kab. Gowa.
Upu, Hamzah, 2007. Action Research. Makalah yang disajikan pada Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru se-Kab. Pangkep.
Upu, Hamzah. 2007. Action Research. Makalah yang Disajikan dalam Pelatihan Tingkat Nasional Penelitian Tindakan Kelas dalam Upaya Pengembangan Profesionalisme Guru oleh Chani pada Tanggal 18-19 Oktober 2007.
Upu, Hamzah. 2007. Action Research. Makalah yang Disajikan dalam Rangka Pelatihan dan Workshop PTK dan PPKP bagi Dosen FMIPA UNM Alumni non-LPTK pada Tanggal 8 Nopember 2007.



[+/-] Selengkapnya...

Mathematical Thinking and Writing

on



One of Euclid’s geometry students asked a familiar question more than 2000 years ago.
After learning the first theorem, he asked, “What shall I get by learning these things?”
Euclid didn’t have the kind of answer the student was looking for, so he did what anyone
would do—he got annoyed and sarcastic. The story goes that he called his slave and said,
“Give him threepence since he must make gain out of what he learns.”1
It is a familiar question: “So how am I ever gonna use this stuff?” I doubt that anyone
has ever come up with a good answer because it’s really the wrong question. The first
question is not what you’re going to do with this stuff, but what this stuff is going to do
with you.
This book is not a computer users’ manual that will make you into a computer
industry millionaire. It is not a collection of tax law secrets that will save you thousands
of dollars in taxes. It is not even a compilation of important mathematical results for you
to stack on top of the other mathematics you have learned. Instead, it’s an entrance into
a new kingdom, the world of mathematics, where you learn to think and write as the
inhabitants do.
Mathematics is a discipline that requires a certain type of thinking and communicating
that many appreciate but few develop to a great degree. Developing these skills
involves dissecting the components of mathematical language, analyzing their structure,
and seeing how they fit together. Once you have become comfortable with these principles,
then your own style of mathematical writing can begin to shine through.

Download

[+/-] Selengkapnya...

Alat Peraga AEM (Algebraic Experience Materials)

on


AEM (Algebraic Experience Materials)


Download Now

[+/-] Selengkapnya...

Calculus, benjamin Crowell


mathematician can not be separated from this book...<span id="fullpost">


Download Now

[+/-] Selengkapnya...

Detik-detik yang menetukan


this book is created by Prof. Bj. Habibie
Get and read it to know what happen with him when he still be a president of Indonesia

Download Now

[+/-] Selengkapnya...